Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Mohon maaf lahir dan batin

9.03.2010

Bukber Terakhir

Judul postingan ini admin pilih "Bukber Terakhir" yang merupakan kependekan dari Buka Bersama. Admin menyebut Bukber Terakhir karena sebenarnya admin dan staf Dudi sudah mendapat Sprin pindah tugas di bidang lain dan bukan lagi di subpok bahasa Indonesia. Begitulah... sehingga boleh jadi acara semalam akan menjadi acara buka bersama terakhir dengan siswa bagi admin dan staf Dudi.

Balik ke acara buka bersama bertempat di Restoran Aneka Bubur (maaf bukan bermaksud iklan). Meskipun namanya Aneka Bubur,tapi tak ada satupun menu bubur di restoran itu. Entah kenapa namanya kok bubur , admin belum sempat menanyakannya ke pihak resto. Oya, kami sempat mengalami kemacetan dalam perjalanan menuju ke restoran itu. Akhirnya terpaksa balik arah dan sekali lagi harus bermacet ria. Sementara waktu azan magrib sudah tak lama lagi.

Akhirnya kami tiba di tempat tep
at...beberapa menit setelah waktunya buka puasa. Seperti kebanyakan restoran bernuansa Pakistan, tempat duduknya lesehan dan disediakan bantal sebagai alas duduk. Di atas meja, di hadapan masing-masing tamu disediakan air putih dan sejenis susu (admin lupa namanya apa, yang pasti wujudnya seperti susu sapi biasa). Tetapi harus hati-hati karena minuman tersebut memiliki efek ngantuk jika diminum secara berlebihan. Waah....gawat donk. Bisa-bisa bantal alas duduk berubah jadi bantal buat tidur beneran niiih. He..he..he....

Satu persatu hidangan khas Pakistan disajikan di meja. Mulai dari roti, kare ayam, nasi briyani, nasi goreng, kebab, sampa
i teh susu.... Yummy... Admin mencicipi setiap jenis makanan yang ada. Dengan alasan : menambah pengalaman kuliner :) Sesekali diselingi berbincang-bincang dengan siswa dan tentu saja foto-foto. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, kalau bukan hape admin berbunyi yang artinya "Mantan Pacar (suami)" sudah tiba di depan restoran untuk menjemput admin, pastilah acara buka bersama itu masih terus berlanjut. Mungkin saja sampai mendekati waktu sahur ---> kalau yang ini istilahnya lebay. Jadi sekalian admin pamit, rekan yang lain juga ikut pamit pulang...

Perut sudah kenyang, Alhamdulillah..... Acara buka puasa bersama ini menjadi penutup dari lembaran cerita admin dan staf Dudi di subpok bahasa Indonesia ini. Terima kasih untuk semuanya, bahasa Indonesia!! Terima kasih untuk semua kesempatan yang telah diberikan kepada kami selama ini....
Semoga walaupun kami sudah tidak lagi di Subpok, tapi tetap akan ada 'undangan-undangan' berikutnya... Ditunggu !
Selengkapnya......

8.16.2010

HUT RI


“DENGAN SEMANGAT PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945, KITA SUKSESKAN REFORMASI GELOMBANG KEDUA, UNTUK TERWUJUDNYA KEHIDUPAN BERBANGSA YANG MAKIN SEJAHTERA, MAKIN DEMOKRATIS DAN MAKIN BERKEADILAN”


Semoga.........!!!


Selengkapnya......

8.10.2010

Selamat Ulang Tahun Ibu !

Ini kali kedua posting tentang ulang tahun salah satu 'sesepuh' Subpok Bahasa Indonesia yakni Ibu Suhaeni. Beliau kembali berulang tahun pada tanggal 5 Agustus namun baru dirayakan tanggal 9 Agustus kemarin, satu hari sebelum posting ini dilakukan. Itu pun siswa yang secara spontan, diam-diam membuat surprise.


Tak ada yang mencurigakan pada hari itu. Dari saat admin ditugaskan untuk memesan pizza,sampai saat Ibu Suhaeni diminta siswa masuk ke kelas untuk mengajar.

Namun ketika berada di dalam kelas, kejutan itu pun jelas terlihat. Lampu kelas dalam keadaan mati dan nampaklah sebuah kue ulang tahun yang sangat cantik berada di atas meja guru. Bersamaan dengan masuknya Ibu Suhaeni ke dalam kelas, siswa pun mulai bertepuk tangan dan menyanyikan lagu "Happy Birthday". Seperti kebiasaan pada perayaan ulang tahun lainnya, maka setelah lagu selesai dinyanyikan, Ibu Suhaeni diharuskan meniup lilin yang jumlahnya cukup lumayan sehingga memerlukan lebih banyak tenaga untuk mematikannya. Setelah itu, kue mulai dipotong dan dibagikan kepada setiap orang. Hmm...sekarang giliran kami yang harus extra mengeluarkan tenaga untuk menghabiskan berbagai jenis makanan yang telah disediakan. Selain potongan kue tart yang berukuran besar, masih ada "tugas" untuk menyantap pizza dan snack lainnya.Wah..seandainya bisa dibawa ke ruangan,pasti masih ada jeda waktu untuk menyisakan tempat di perut ini.... Begitu kata admin dalam hati. Tapi tentu suasananya akan lain kalau tidak makan bersama-sama dalam satu ruangan.

Akhirnya....perlahan tapi pasti,kue-kue itu pun dapat kami habiskan di tempat meskipun pada akhirnya harus membawa sisanya juga ke ruangan. Selamat ulang tahun, Ibu Suhaeni..... !!




Selengkapnya......

2.04.2010

Di Restoran

Beberapa minggu yang lalu seluruh instuktur bahasa Indonesia terkait beserta Kapusdiklat Bahasa mendapat undangan makan siang dari siswa Sesko TNI VIII yang bertempat di sebuah restoran tidak jauh dari kantor kami.


Menu yang disajikan bervariasi mulai dari masakan Indonesia sampai dengan masakan western. Pada umumnya kami memilih menu steak. Menu yang dirasa cukup praktis tetapi jika dilihat dari display menu sepertinya menggiurkan. Sambil menunggu pesanan masakan, kamipun saling bercakap-cakap dan sesekali bercanda. Kehadiran beberapa pejabat saat itu tidak memengaruhi suasana acara yang tetap berlangsung santai dan cukup hangat.

Tidak terasa jam istirahat pun usai dan kami harus kembali ke kantor untuk bekerja. Akhirnya, jepretan kamera untuk mengambil foto bersama sebagai simbol untuk mengakhiri jamuan siang itu.
Selengkapnya......

7.13.2009

KKL 2009

Pada tanggal 30 November s.d. 5 Desember 2009 lalu, seluruh siswa Suspan Sesko Angkatan XXV dan Sesko TNI VIII melaksanakan KKL. Mereka mengadakan kunjungan ke Sesko Angkatan dan beberapa obyek wisata di sekitar Yogyakarta dan Solo. Selain menikmati obyek wisata tersebut, tentu saja siswa menyempatkan diri untuk berbelanja oleh-oleh terutama pakaian. Dalam perjalanan awal semua siswa sangat bersemangat. Tetapi tidak demikian halnya dalam perjalanan kembali ke Jakarta. Bisa jadi karena mereka sempat mengalami kemacetan sehingga memakan waktu lebih dari sepuluh jam untuk tiba di Jakarta dan tentu saja karena ada tugas lain yang menanti setibanya di Pusdiklat Bahasa, apalagi kalau bukan tugas untuk membuat laporan KKL perseorangan. Hmm.... masih ada waktu sebelum tanggal pentupan 7 Januari mendatang. Semoga siswa tetap bersemangat untuk membuat laporan KKL tanpa kopi alias copy paste saja.
Selengkapnya......

10.14.2008

Ketupat Malaysia

Saat libur Idul Fitri dan siswa kembali masuk, mereka meminta agar Subpok Indonesia mengadakan acara 'open house'. Permintaan tersebut dipelopori oleh siswa Malaysia yang sekaligus ingin memperkenalkan makanan lebaran khas Malaysia yang menjadi kebanggaannya, yakni ketupat Malaysia.

Setelah berdiskusi antara pihak Subpok dengan Senat, maka pada tanggal 10 Oktober ditetapkanlah acara 'open house' tersebut. Subpok Indonesia menyuguhkan masakan khas lebaran. Ketupat, opor ayam dan rendang serta sebagai pelengkapnya kerupuk udang dan emping menjadi menu utama siang itu . Tidak lupa pula, siswa Malaysia ikut mensponsori dengan memberikan sumbangan ketupat khas Malaysia.

Secara fisik, ketupat Malaysia memang memiliki perbedaan dari segi kemasannya. Kalau ketupat di sini kebanyakan dibungkus dengan daun, ketupat Malaysia justru dibungkus dengan plastik dan bentuknya lebih kecil. Begitupula dari segi rasa. Tentu saja ketupat berbungkus daun memiliki cita rasa yang lebih gurih (ini menurut saya). Namun bukan berarti ketupat Malaysia tidak nikmat rasanya. Buktinya? Semua ketupat Malaysia habis,tak meninggalkan sisa.

Acara 'open house' itu pun terbilang berjalan sukses. Seluruh siswa sangat antusias mendapatkan pengalaman rasa yang difasilitasi oleh Subpok Indonesia. Paling tidak mereka dapat merasakan kemeriahan lebaran meskipun tidak ikut merayakannya.


Pada akhirnya, dari semua menu yang disuguhkan,ternyata yang menjadi favorit siswa mancanegara adalah......emping. Nah !
Selengkapnya......

10.13.2008

Pembukaan KIBINA untuk Perwira SAF

Pembukaan Kursus Intensif Bahasa Indonesia (KIBINA) Tingkat Pemula IV bagi perwira Singapore Armed Forces (PA SAF) T.A. 2008 yang dihadiri oleh 8 peserta.

Kursus ini dilaksanakan selama lebih kurang 2 bulan atau akan berakhir pada tanggal 5 Desember 2008. Tidak banyak yang bisa diceritakan,karena mereka belum terlalu lama di sini. Akhirnya, kami ucapkan "Selamat datang para perwira SAF"
Selengkapnya......

9.25.2008

Paparan Calon Siswa Suspan Sesko XXIV


Pada tanggal 24 September ini calon siswa Suspan Sesko melaksanakan paparan dengan mengambil tema Sistem Demokratisasi.

Kedua kelas digabungkan untuk kemudian dipisahkan menjadi dua kelompok yakni kelompok pro dan kelompok kontra. Diskusi berlangsung sangat menarik karena kebanyakan siswa menyajikan hasil karyanya secara maksimal. Hal itu bisa jadi karena memang sejak beberapa hari sebelumnya mereka telah diberi kesempatan untuk mencari bahan atau referensi yang relevan dengan tema yang telah diberikan sekaligus untuk menyempurnakannya sehingga paparan yang disajikan kelak dapat tampil secara optimal. Sayangnya, beberapa siswa seperti siswa dari Singapura tidak dapat ikut dikarenakan harus mendahului pulang ke negaranya.


Selengkapnya......

9.18.2008

Pembukaan Casis Sesko TNI VII

Tanggal 2 September lalu telah dilaksanakan Pembukaan Casis Sesko TNI VII yang dihadiri oleh 2 peserta dari negara India dan Burkina Faso.

Dari kedua siswa, salah satunya telah memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang lebih dari yang lainnya. Maklum saja, siswa dari Burkina Faso tersebut yakni bapak Quedraogo Saidou pernah menjadi siswa pada Kursus Intensif Bahasa Indonesia sekitar tahun 2004 silam. Maka tak heran jika beliau begitu fasih bercakap-cakap menggunakan bahasa Indonesia dan telah sangat mengerti mengenai kemampuan dasar bahasa Indonesia. Namun hal tersebut justru memacu semangat siswa yang lain untuk mendalami bahasa Indonesia dan tentu saja itu menjadi tantangan tersendiri bagi semua instruktur untuk melahirkan bapak Saidou Saido yang lain ....
Selengkapnya......

8.26.2008

Radio Streaming Berbahasa Jawa

Sekarang telah muncul radio streaming yang berbahasa Jawa. Mungkin istilah radio streaming terdengar biasa karena dalam dunia maya, radio streaming (biasanya juga disebut dengan radio internet). Singkatnya radio streaming adalah station radio yang siarannya dapat didengarkan melalui internet di komputer kita. Tetapi hal itu menjadi sesuatu yang tidak biasa karena radio tersebut berasal dari salah satu negara di Amerika Selatan, tepatnya di negara Suriname.

Dalam radio ini, semua dialog yang dipergunakan baik berita, lagu-lagu, maupun iklan menggunakan bahasa Jawa, walaupun sesekali disisipi bahasa Belanda.

Menurut sebuah sumber, bahasa Jawa yang digunakan di Suriname agak sedikit berbeda dengan bahasa Jawa yang digunakan di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sebab bahasa Jawa yang digunakan di Suriname hanya diwariskan secara turun-temurun, mulai dari orang Jawa yang datang ke Suriname melalui perbudakan di zaman penjajahan Belanda lebih dari 100 tahun yang lalu. Sampai sekarang, sudah tiga generasi yang pernah hidup di negara tersebut. Bahasa Jawa tersebut bukan bahasa Jawa halus atau kromo inggil seperti bahasa Jawa di Yogyakarta, tetapi bahasa Jawa yang sedikit kasar atau ngoko.

Orang Jawa datang ke Suriname dengan banyak cara, tapi ada juga yang dipaksa atau diculik dari desa-desa oleh Belanda saat itu. Tak hanya orang Jawa saja yang dibawa, namun ada juga orang Madura, Sunda, Batak, dan daerah lainnya yang semua keturunannnya menjadi orang Jawa alias Jawa Suriname.

Bukan hanya bahasa Jawa saja yang diwariskan kepada generasi selanjutnya dari komunitas bangsa Jawa Suriname ini, melainkan juga budaya dan semua hal menyangkut Jawa turut dikembangkan di Suriname, termasuk Wayang.

Nah, penasaran seperti apa logat bahasa Jawa ala Suriname? Anda bisa klik gambar di bawah ini untuk mendengarkan radio streaming berbahasa Jawa Suriname.




Selengkapnya......

8.21.2008

Widyawisata

Tanggal 19 Desember lalu, siswa Kursus Intensif Bahasa Indonesia Tk Dasar ke-47 dan instruktur beserta staf subpok Indonesia melaksanakan widyawisata ke Taman Safari. Baru seperempat perjalanan, melewati pintu tol Cibubur, bis mendadak 'bermasalah' dan tidak bisa melanjutkan perjalanan karena beresiko. Mau tidak mau kami harus menunggu bis pengganti. Meskipun cukup menyita waktu, tetapi waktu menunggu tidak terasa membosankan karena diselingi canda tawa.

Setelah bis pengganti datang, kami pun kembali melanjutkan perjalanan. Mendekati kawasan Cisarua, kemacetan mulai terjadi. Panas dan lapar mulai terasa. Untunglah, pada akhirnya kami tiba juga di kawasan Taman Safari. Udara segar dan sejuk seketika menyeruak. Ah,nikmat....sekali. Cape pun langsung hilang.

Usai membeli tiket,kami mulai 'mengunjungi' aneka satwa koleksi Taman Safari. Sepanjang perjalanan, siswa tampak antusias sekali (meskipun beberapa sebelumnya pernah mengunjungi Taman Safari). Hampir setiap momen diabadaikan oleh kamera atau kamera hp yang dibawa oleh setiap siswa. Hampir setiap saat pula kami tertawa karena siswa saling 'mengejek' satu sama lain. Misalnya ketika tiba di kandang orang utan,Pak Bandhul (siswa dari India) memanggil "Kun...,Kun..." untuk mengolok-olok Pak Kun Vuthy (siswa dari Kamboja). "Ayo,Pak Kun...,mana yang perempuan dan mana yang laki-laki..? begitu olok-olok siswa. Bukan Pak Kun namanya kalau tidak membalas dan tetap santai. Dengan enteng dia menjawab,"Yang besar itu pasti laki-laki, yang kecil pasti perempuan...". Kami pun langsung gerrr....

Setelah semua satwa telah kami datangi, sampailah kami di tempat rekresi Taman Safari. Awalnya kami berencana untuk makan siang, tetapi kami harus menunda karena mengejar waktu untuk menonton pertunjukkan anjing laut dan live 'Cowboy Show'.

Sepulangnya dari 'Cowboy Show', hujan rintik-rintik mulai turun. Makan siang pun semakin terasa nikmat. Para siswa tampak senang karena mendapat fasilitas makan siang gratis.Selesainya makan siang, kami sempat mampir ke zona baby zoo. Kebanyakan siswa ternyata belum pernah masuk ke zona tersebut.

Akhirnya,baby zoo menjadi ujung perjalanan wisata kami. Sebelum meninggalkan Tanan Safari tak lupa kami membuat kenang-kenangan dengan berpose tepat di depan exit baby zoo.

Sesampainya di bis, melihat kami semua kelihatan lelah dan kantuk, Pak Bandhul mengucapkan "Selamat tidur semuanya........" lalu terdiam sejenak. Kemudian sambungnya lagi "Tapiii.....tidak untuk Anda," katanya sambil tersenyum panjang kepada Anton,supir bis kami.
Selengkapnya......

8.20.2008

Sejarah Singkat Ejaan Bahasa Indonesia

Kalau kita melihat perkembangan bahasa Indonesia sejak dulu sampai sekarang, tidak terlepas dari perkembangan ejaannya. Kita ketahui bahwa beberapa ratus tahun yang lalu bahasa Indonesia belum disebut bahasa Indonesia, tetapi bahasa Melayu. Nama Indonesia itu baru datang kemudian.

Kita masih ingat pada masa kerajaan Sriwijaya, Ada beberapa prasasti yang bertuliskan bahasa Melayu Kuno dengan memakai huruf Pallawa (India) yang banyak dipengaruhi bahasa Sanskerta, seperti juga halnya bahasa Jawa Kuno. Jadi bahasa pada waktu itu belum menggunakan huruf Latin. Bahasa Melayu Kuno ini kemudian berkembang pada berbagai tempat di Indonesia, terutama pada masa Hindu dan masa awal kedatangan Islam (abad ke-13). Pedagang-pedagang Melayu yang berkekeliling di Indonesia memakai bahasa Melayu sebagai lingua franca , yakni bahasa komunikasi dalam perdagangan, pengajaran agama, serta hubungan antarnegara dalam bidang ekonomi dan politik.

Lingua franca ini secara merata berkembang di kota-kota pelabuhan yang menjadi pusat lalu lintas perdagangan. Banyak pedagang asing yang berusaha untuk mengetahui bahasa Melayu untuk kepentingan mereka. Bahasa Melayu ini mengalami pula penulisannya dengan huruf Arab yang juga berkembang menjadi huruf Arab-Melayu. Banyak karya sastra dan buku agama yang ditulis dengan huruf Arab-Melayu. Huruf ini juga dijadikan sebagai ejaan resmi bahasa Melayu sebelum mulai digunakannya huruf Latin atau huruf Romawi untuk penulisan bahasa Melayu, walaupun masih secara sangat terbatas.

Ejaan latin untuk bahasa Melayu mulai ditulis oleh Pigafetta, selanjutnya oleh de Houtman, Casper Wiltens, Sebastianus Dancaert, dan Joannes Roman. Setelah tiga abad kemudian ejaan ini baru mendapat perhatian dengan ditetapkannya Ejaan Van Ophuijsen pada tahun 1901.

Keinginan untuk menyempurnakan ejaan Van Ophuijsen terdengar dalam Kongres Bahasa Indonesia I, tahun 1938 di Solo, yang sembilan tahun kemudian terwujud dalam sebuah Putusan Menteri Pengadjaran Pendidikan dan Kebudajaan, 15 April 1947, tentang perubahan ejaan baru. Perubahan tersebut terlihat, antara lain, seperti di bawah ini.


Van Ophuijsen 1901 : boekoe, ma’lum, ’adil, mulai, masalah, tida’, pende’

Soewandi 1947 : buku, maklum, adil, mulai, masalah, tidak, pendek

Perubahan Ejaan bahasa Indonesia ini berlaku sejak ditetapkan pada tahun 1947. Waktu perubahan ejaan itu ditetapkan rakyat Indonesia sedang berjuang menentang kembalinya penjajahan Belanda. Penggunaan Ejaan 1947 ini yang lebih dikenal sebagai Ejaan Soewandi atau Ejaan Republik, sebenarnya memancing reaksi yang muncul setelah pemulihan kedaulatan (1949). Reaksi ini kemudian melahirkan ide untuk mengadakan perubahan ejaan lagi dengan berbagai pertimbangan mengenai sejumlah kekurangan.

Gagasan mengenai perubahan ejaan itu muncul dengan nyata dalam Kongres Bahasa Indonesia II di Medan (1954). Waktu itu Menteri Pendidikan dan Kebudajaan adalah Mr. Muh. Yamin. Dalam kongres itu dihasilkan keputusan mengenai ejaan sebagai berikut :
1. Ejaan sedapat-dapatnya menggambarkan satu fonem dengan satu huruf.
2. Penetapan ejaan hendaknya dilakukan oleh satu badan yang kompeten.
3. Ejaan itu hendaknya praktis tetapi ilmiah.

Keputusan kongres ini kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah, yang menghasilkan konsep sistem ejaan yang disebut Ejaan Pembaharuan. Namun Ejaan ini tidak dapat dilaksanakan karena adanya beberapa huruf baru yang tidak praktis,yang dapat memengaruhi perkembangan ejaan bahasa Indonesia.

Terilhami oleh Kongres Bahasa Indonesia II di Medan (1954), diadakan pula kongres bahasa Indonesia di Singapura (1956) yang menghasilkan suatu resolusi untuk menyatukan ejaan bahasa Melayu di Semenanjung Melayu dengan ejaan bahasa Indonesia di Indonesia. Perkembangan selanjutnya dihasilkan suatu konsep ejaan bersama yang diberi nama Ejaan Melindo (Ejaan Melayu-Indonesia). Namun, rencana untuk meresmikan ejaan ini pada tahun 1962 mengalami kegagalan karena adanya konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia beberapa tahun kemudian.

Pada tahun 1966 Lembaga Bahasa dan Kesusastraan (LBK) membentuk sebuah panitia yang diketuai oleh Anton M. Moeliono dan mengusulkan konsep baru sebagai ganti konsep Melindo.
Pada tahun 1972, setelah melalui beberapa kali seminar, akhirnya konsep LBK menjadi konsep bersama Indonesia-Malaysia yang seterusnya menjadi Sistem Ejaan Baru yang disebut Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Kalau kita beranalogi dengan Ejaan Van Ophuijsen dan Ejaan Soewandi, EYD dapat disebut Ejaan Mashuri, karena pada waktu itu Mashuri sebagai Mnteri Kebudayaan memperjuangkan EYD sampai diresmikan oleh presiden.

Ada empat ejaan yang sudah diresmikan pemakaiannya yaitu :
1. Ejaan Van Ophuijsen (1901)
2. Ejaan Soewandi (1947)
3. Ejaan Yang Disempurnakan (1972)
4. Pedoman Umum Ejaan Yang Disempurnakan (1975)

Sistem ejaan yang belum atau tidak sempat diresmikan oleh pemerintah adalah :
1. Ejaan Pembaharuan (1957)
2. Ejaan Melindo (1959)
3. Ejaan LBK (1966)


(Suhaeni)


Selengkapnya......

8.07.2008

Ulang Tahun

Selasa lalu, ibunda kami; ibu Suhaeni merayakan ulang tahunnya yang ke... (beliau lahir tahun 1961). Diam-diam siswa telah mempersiapkan semuanya, termasuk membeli birthday cake beserta lilinnya. Sebelum makan siang, seluruh siswa dan staf berkumpul di ruangan subpok. Kami semua menyanyikan lagu 'Happy Birthday" kemudian Ibu Eni dipersilakan memotong kuenya dan mendapat pula kesempatan pertama untuk memakan kue tersebut. Satu persatu yang hadir mendapat sepotong kue. Hmm... yummy....
Setelah semua selesai makan, Ibu Eni berkata,"Mari kita kembali ke kelas..". Hehehe.. padahal siswa berharap dapat potongan selanjutnya, yakni potongan jam pelajaran alias tidak ada pelajaran selanjutnya.

Seandainya birthday cake-nya lebih besar, mungkin bisa lebih lama diskon waktunya Pak... (kata saya dalam hati).

"Selamat ulang tahun Ibu Eni. Semoga sehat selalu dan senantiasa diberi kebahagiaan."
Selengkapnya......

6.26.2008

Si Pitung

Pada hari Minggu tanggal 29 Juni mendatang,subpok bahasa Indonesia mendapatkan undangan untuk menghadiri acara Pagelaran Drama Tari "Si Pitung" yang bertempat di Anjungan Provinsi DKI Jakarta Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Bagi masyarakat Betawi, nama "Si Pitung" begitu melekat sebagai salah seorang pahlawan yang memperjuangkan kedaulatan NKRI. Ini adalah sekilas referensi pagelaran tersebut.

"Pagelaran Drama Tari Si Pitung"
Pada abad ke-19 sejak Pemerintahan Hindia Belanda di Daerah distrik penguasa Colomial Belanda yang dipimpin oleh seorang Jenderal bernama Tuan Schout Heyne telah menguasai tanah Betawi, dan mulai terasa kekejaman serta kekejian yang dilakukan oleh Belanda terhadap bangsa pribumi terutama rakyat kecil.Kejadian demi kejadian silih berganti, maka muncullah para jawara-jawara muda dari Betawi yang lahir di tengah masyarakat Rawa Belong sehingga membuat namanya terkenal di Tanah Betawi. Si Pitung kemudian menjadi target dan incaran bagi para Tuan tanah dan Kompeni Belanda yang pada akhirnya ia menjadi musuh no.1 di Betawi. Pengejarannya pun dilakukan sampai ke tempat perguruannya di daerah Rawa Belong dan terjadilah pertempuran sengit sehingga Si Pitung tertembak oleh Tuan Schout Heyne sampai akhirnya Ia menemui ajalnya. Kematiannya meninggalkan duka lara yang dalam di hati rakyat Betawi dan akhirnya nama Si Pitung dikenal Kepahlawanannya sebagai seorang pembela kebenaran dan kaum kecil oleh masyarakat setempat dan menjadi cerita yang bersifat Epos (Kepahlawanan).

Selengkapnya......

6.13.2008

Ayo ke PRJ !

Bosan jalan-jalan ke mall atau tempat-tempat hiburan biasa? Ke PRJ saja...

Bila ingin lihat berbagai kemeriahan sambil berlibur dan berbelanja bersama keluarga dekat anda, datang dan kunjungi Jakarta fair 2007 pada 12 Juni - 13 Juli 2008.Pada penyelenggaraan Jakarta Fair 2008 yang digelar selama 40 hari nonstop kali ini, pengunjung akan disuguhkan berbagai fasilitas baik itu hiburan, sarana belanja juga rekreasi keluarga.

Sejumlah program acara menarik akan disiapkan secara khusus untuk pengunjung Jakarta Fair 2008. Selama sebulan penuh sejak hari pertama hingga akhir puluhan artis ibukota akan menghibur anda semua di arena open space panggung utama Jakarta Fair 2008.

Kemudian sejumlah acara menarik khusus keluarga dan anak-anak juga akan di gelar di area Gambir Expo, Kemayoran. Selain akan menampilkan sarana food court dengan masakan khas modern dan tradisional, produk-produk fashion dapat dinikmati dengan indahnya danau yang berada tepat di tengah-tengah area Gambir Expo Kemayoran.


Tidak itu saja, sejumlah perusahaan yang tergabung dalam peserta pameran Jakarta Fair 2008 demi menarik pengunjung akan selalu menggelar acara-acara menarik lainnya, seperti live music dengan artis-artis top ibukota, penarikan hadiah langsung, plus discount-discount.

Saran kami, persiapkan diri Anda sebaik mungkin. Pilihlah waktu yang tepat, misalnya jangan datang bertepatan pada hari Sabtu malam karena biasanya jumlah pengunjung lebih banyak dari biasanya. Yang tak kalah penting juga, persiapkan tenaga yang cukup. Maklum, lokasi PRJ yang sekarang ini dahulunya adalah lapangan terbang Kemayoran yang telah "disulap" menjadi arena Pekan Raya Jakarta.

Oya, bagi Anda yang belum pernah mencicipi salah satu makanan khas masyarakat Betawi yakni kerak telor, jangan lupa untuk singgah di sepanjang jalan setelah pintu keluar area parkir. Para penjaja makanan tersebut siap membuat kerak telor andalan mereka. Pilih saja, mau pakai telor bebek atau telor ayam. Dijamin tidak mempengaruhi rasa yang dikandungnya.
Selamat berwisata belanja dan kuliner !
Selengkapnya......

6.04.2008

Kebudayaan Daerah

Wayang golek adalah salah satu bentuk seni pertunjukan yang tumbuh dan berkembang di daerah Jawa Barat. Daerah penyeberannya terbentang luas dari Cirebon di sebelah timur sampai wilayah Banten di sebelah barat, bahkan di daerah Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Barat sering pula dipertunjukkan pergelaran Wayang golek.

Wayang golek sudah ada sejak beberapa ratus tahun yang lalu, bahkan di zaman para wali pernah dijadikan media syiar Islam yang sangat efektif. Media utama pergelaran wayang golek adalah boneka yang terbuat dari kayu yang ditatah/diukir, dicat, diberi busana dan karakter sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan.

Fungsi wayang golek di tengah-tengah masyarakat memunyai kedudukan yang sangat terhormat. Di samping sebagai sarana hiburan yang sehat, wayang golek juga berfungsi sebagai media penerangan dan pendidikan, baik itu tentang moralitas, etika, adat-istiadat atau religi. Yang tak kalah pentingnya wayang golek itu pun berfungsi sebagai upacara ritual penolak bala, yang disebut ngaruat.


Sampai saat ini wayang golek masih tetap digemari oleh masyarakat Jawa Barat, baik tua ataupun muda. Wayang golek masih sering dipergelarkan pada berbagai pesta keramaian seperti khitanan, perkawinan, perayaan hari-hari besar, malam penggalangan dana, sebagai kaul/nazar, atau ngaruat untuk memohon berkah dan keselamatan.

Pada masyarakat pedesaan, wayang golek dapat dijadikan alat untuk mengukur status sosial seseorang. Artinya, apabila di kampung mereka ada orang yang menanggap wayang golek, apalagi dalangnya ternama, maka dapat dipastikan bahwa orang tersebut dapat dikategorikan sebagai orang berada.

Sebagai teater, wayang golek merupakan seni pertunjukan yang amat komplek sebab di dalamnya terdapat berbagai cabang seni seperti seni rupa, seni sastra, seni suara, seni musik, dan seni tari. Demikian juga dengan cara penyajiannya, wayang golek tidak cukup hanya dimainkan oleh seorang dalang tetapi membutuhkan personel pendukung yang kadang-kadang melebihi 20 orang. Personel pendukung itu mempunyai tugas dan fungsi masing-masing, namun semuanya tetap harus mendukung dalang sebagai pusat pertunjukan. Karena itu, dalam pergelaran wayang golek semua personel harus menjadi satu kesatuan yang utuh dan padu agar semua dapat berjalan dengan sempurna. (Sumber : Citra Lintas Nusantara)
Selengkapnya......

5.29.2008

Penidakluluhan Huruf k, p, t, dan s

Anda masih ingat dua minggu yang lalu, kami telah menyajikan materi tentang pengimbuhan awalan me- dengan kata dasar yang memilki huruf pertama k, p, t, dan s. Huruf-huruf tersebut mengalami peluluhan seperti pada kata mengabari (dari kata dasar kabar), memerangi (dari kata dasar perang), manahan (dari kata dasar tahan), dan menyalin (dari kata dasar salin).

Pembahasan kali ini kami akan menyajikan yang berbeda dari sebelumnya yakni penidakluluhan huruf k, p, t, dan s sebagai huruf pertama pada kata dasar yang mendapat awalan me-.

Berikut ini adalah kata-kata yang tidak mengalami peluluhan - mengkhawatirkan (kata dasar - khawatir)
- mengkhayal (kata dasar - khayal)
- mengkhinati (kata dasar - khianati)
- mengklaim (kata dasar - klaim)
- mengkreditkan (kata dasar - kredit)
- memprakarsai (kata dasar - prakarsai)
- mempraktikkan (kata dasar - praktik)
- memprediksi (kata dasar - prediksi)
- memproklamasikan (kata dasar - proklamasi)
- memproyeksikan (kata dasar - proyeksi)
- mensponsori (kata dasar - sponsor)
- menstabilkan (kata dasar - stabil)
- menstandarkan (kata dasar - standar)
- menstratakan (kata dasar - strata)
- menstrukturkan (kata dasar - struktur)
- mentradisikan (kata dasar - tradisi)
- mentransfer (kata dasar - transfer)
- mentransformasikan (kata dasar - transformasi)
- mentranskripsikan (kata dasar - transkripsi)
- mentransmigrasikan (kata dasar - transmigrasi)

Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa huruf k, p, s, dan t sebagai huruf pertama kata dasar tidak mengalami peluluhan karena huruf k, p, s, dan t merupakan gugus konsonan yang ada di awal kata tersebut, seperti gugus konsonan kh, kl, kr, pr, sp, st, str, dan tr. Umumnya gugus konsonan tersebut ada pada kata-kata yang merupakan unsur serapan dari bahasa asing

Selain unsur serapan yang berasal dari bahasa asing, penidakluluhan ini juga berlaku pada gabungan imbuhan seperti memper, karena mem- dan per- sama-sama sebagai awalan. (Suhaeni 29/5)

Selengkapnya......

5.28.2008

Pertanyaan Kebahasaan

Sebuah pertanyaan kebahasaan menarik dari pengguna bahasa Indonesia yang taat.
Mengenai:
Pusat Pendidikan dan Latihan atau Pusat Pendidikan dan Pelatihan?
Badan Pendidikan dan Latihan atau Badan Pendidikan dan Pelatihan?

Jawaban:
Jika pendidikan itu diartikan 'proses mendidik' dan didikan diartikan 'hasil mendidik' dengan taat asas 'proses melatih' akan menjadi pelatihan,dan latihan akan diartikan 'hasil melatih,yang dilatihkan'. Sejalan dengan itu, yang benar adalah
Pusat Pendidikan dan Pelatihan, bukan Pusat Pendidikan dan Latihan
Badan Pendidikan dan Pelatihan, bukan Badan Pendidikan dan Latihan (dwisondari:28/5)
. Selengkapnya......

5.27.2008

Benarkah Bahasa yang Menentukan Corak Suatu Masyarakat ?


Kita ketahui bersama bahwa fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat komunikasi sosial. Bahasa adalah wahana yang kita gunakan dalam kita berinteraksi antaranggota. Dengan demikian, setiap anggota atau masyarakat dipastikan memiliki dan menggunakan alat komunikasi sosial tersebut. Tidak ada masyarakat tanpa bahasa, dan tidak ada pula bahasa tanpa masyarakat. Berkaitan dengan itu, mana yang lebih dulu ada, bahasa atau masyarakat? Mana yang lebih menentukan dari keduanya? Bahasa menentukan corak suatu masyarakat, atau masyarakat menentukan corak suatu bahasa? Umumnya orang cenderung memilih jawaban yang kedua yakni ”masyarakat menentukan corak suatu bahasa”.

Berbeda dengan pendapat di atas, ada dua orang ahli, Whorf dan Sapir berpendapat bahwa bahasalah yang menentukan corak suatu masyarakat. Pendapat ini dinyatakan melalui hipotesisnya yang terkenal dengan nama hipotesis Whorf-Sapir. Beranjak dari hipotesis ini, ada sebuah artikel dalam suatu media massa yang isinya agak provokatif yakni, ”Bahasa yang Merusak Mental Bangsa”. Ada tiga persoalan dalam bahasa Indonesia yang dikemukakan dalam artikel tersebut yaitu: (1) masalah kata sapaan, (2) masalah kala (tenses), dan (3) salam (greeting).


Masalah Kata Sapaan. Kata sapaan dalam bahasa Indonesia (Bapak, Ibu, Saudara) meminjam kata dari perbendaharaan hubungan kekerabatan/famili (bapak, ibu, saudara). Hal ini tampaknya ada suatu dampak yang signifikan, yakni mengakibatkan masyarakat pemakainya memiliki sifat familier dan nepotis. Mungkinkah berkembangnya nepotisme di negeri ini disebabkan oleh perilaku bahasa ? Jawabannya masih harus dikaji secara cermat dengan data yang lengkap.

Masalah Kala. Masalah kedua yang juga dikemukakan dalam artikel tersebut adalah masalah kala (tenses). Bahasa Indonesia sebagai bahasa tipe aglutinatif memang tidak mengenal kala (tenses). Hal ini telah mengakibatkan masyarakatnya kurang begitu peduli waktu dan kurang menghargai waktu atau kurang disiplin dalam masalah waktu. Kenyataan memang banyak yang menunjukkan kebenaran prasangka demikian. Jam karet memang hampir merupakan budaya bangsa. Akan tetapi apakah penyebabnya memang betul dari perilaku bahasa Indonesia yang tidak mengenal tenses ? Apakah bahasa-bahasa lain yang setipe dengan bahasa Indonesia perilaku bangsanya juga sama dengan perilaku bangsa Indonesia? Jawabannya sudah barang tentu tidak spontanitas, tetapi harus diteliti dan dibuktikan dengan data yang lengkap dan otentik.

Masalah Salam. Salam kita yang paling populer adalah Apa kabar ? atau Halo, apa kabar ? Yang menjadi persoalan adalah samakah perilaku bangsa yang menggunakan salam Apa kabar ? dengan perilaku bangsa yang menggunakan salam How do you do ? Dampak pemakaian kata do tampaknya berbeda dengan pemakaian kata Apa kabar ? Kata do memiliki sugesti untuk berbuat sesuatu, sedangkan apa kabar memiliki sugesti untuk ”memburu berita”.
Bangsa yang menggunakan How do you do ? sangat terbiasa bekerja dan bekerja, misalnya di dalam perjalanan dengan bus atau kereta api selalu tidak luput dari aktivitas membaca buku. Sebaliknya, bangsa yang menggunakan salam Apa kabar ? sangat umum dijumpai selalu ngobrol di dalam perjalanan yang sejenis. Apakah ini merupakan bukti bahwa perilaku bangsa ini telah ditentukan oleh perilaku bahasanya, khususnya dalam menggunakan salam ? Jawabannya harus diteliti lebih lanjut, agar ketahuan benar salahnya hipotesis Whorf-Sapir tersebut (Suhaeni:26/4).

Selengkapnya......

Mudahkah Belajar Bahasa Indonesia ?


Banyak orang mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Pendapat itu mungkin ada benarnya ketika dibandingkan dengan mempelajari sebuah bahasa yang memiliki bentuk huruf yang berbeda, bukan huruf Latin, seperti bahasa China yang menggunakan bentuk yang dikenal dengan karakter atau ketika mempelajari bahasa Rusia yang memiliki bentuk-bentuk huruf yang berbeda pula. Ada juga yang berpendapat bahwa bahasa Indonesia termasuk bahasa yang sulit dipelajari.

Bahasa Indonesia masuk dalam kategori bahasa yang hidup, artinya masih berkembang, masih menerima/memungut kata-kata asing atau daerah untuk memperkaya khazanah kosa katanya. Kita harus dapat memberikan perhatian yang lebih pada perkembangan bahasa nasional kita. Karena jika tidak, kita tidak akan dapat mengikuti pertumbuhan dan perkembangannya, malah mungkin kita terhanyut oleh arus salah kaprah yang dewasa ini banyak dijumpai dalam pemakaian bahasa kita.

Jangan menganggap bahasa Indonesia itu mudah! Yang mudah adalah bahasa Indonesia tutur (lisan) yang kita gunakan dalam penuturan sehari-hari, tetapi penerapan bahasa Indonesia resmi yang baku dalam kehidupan kita tidaklah semudah perkiraan orang.


Banyak orang Indonesia tidak menyadari sikapnya terhadap bahasa nasional yang digunakannya. Mereka akan sangat merasa malu bila tidak dapat melafalkan kata-kata asing benar, namun tidak terlalu peduli terhadap penggunaan atau pengua dengan saan bahasa Indonesianya. Sikap yang tidak baik itulah salah satu pen yebab terjadinya kerancuan-kerancuan (salah kaprah) dalam bahasa Indonesia. Sebuah contoh, saya adalah seorang instruktur bahasa Indonesia. Kalimat tersebut bukanlah kalimat yang berstruktur bahasa Indonesia asli, tetapi telah dipengaruhi oleh struktur bahasa Belanda atau Inggris. Kata ‘adalah’ dalam kalimat itu diterjemahkan dari kata kerja gabung ‘zijn’ (Belanda) atau ‘to be’ (Inggris), sedangkan kata ‘adalah’ dalam bahasa Indonesia tidaklah mutlak penggunaannya.

Contoh lain, kantor di mana kami bekerja adalah gedung bertingkat empat. Kata ‘di mana’ diterjemahkan dari kata ‘waar’ (Belanda) atau ‘where’ (Inggris). Kalimat ini bila distrukturkan ke dalam bahasa Indonesia asli akan menjadi : kantor tempat kami bekerja gedung bertingkat empat. (Astri 0408)
Selengkapnya......