Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Mohon maaf lahir dan batin

5.07.2008

Benarkah Penulisan “Dirgahayu HUT RI Ke-63” ?

Setiap menjelang peringatan hari kemerdekaan Repuplik Indonesia, hari ulang tahun instansi ataupun hari ulang tahun sebuah organisasi banyak dijumpai tulisan yang mengungkapkan ucapan ”Selamat Ulang Tahun Republik Indoneasi” atau ”Selamat Ulang Tahun Badan Pendidikan dan Pelatihan Departemen Pertahanan (Badiklat Dephan)”. Ungkapan itu dalam pemakaiannya sangat bervariasi. Namun, dari berbagai variasi itu ada diantaranya yang penulisannya kurang cermat, seperti contoh di bawah ini.
1. Dirgahayu HUT RI Ke-63
2. Dirgahayu HUT Badiklat Dephan Ke-26
3. HUT RI Ke-63
4. HUT Ke XXVI Badiklat Dephan
Bentuk tulisan pada contoh di atas dianggap kurang cermat karena dapat menimbulkan salah tafsir. Pada ungkapan no. 1, kesalahan terletak pada penempatan kata dirgahayu. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia kata dirgahayu berarti ’panjang umur’ atau ’berumur panjang’. Jika dihubungkan dengan makna yang didukung oleh HUT, pemakaian kata dirgahayu kurang tepat karena mempunyai arti ’panjang umur Hari Ulang Tahun’ atau ’berumur panjang Hari Ulang Tahun’. Padahal yang diberi ucapan panjang umur adalah RI-nya bukan HUT-nya. Oleh karena itu, agar dapat mendukung pengertian secara tepat, susunan ungkapan dirgahayu HUT diubah menjadi dirgahayu RI tanpa harus diikuti dengan HUT Ke-63. Jika HUT Ke-63 digunakan, maka kata dirgahayu tidak digunakan sehingga menjadi ”HUT Ke-63 RI” bukan ”HUT RI Ke-63. Demikian juga pada ungkapan no.2. Sebaiknya ungkapan tersebut diuabah menajadi ”Dirgahayu Badiklat Dephan” atau ” Selamat Hari Ulang Tahun Ke-26 Badiklat Dephan.


Bentuk tulisan ”HUT RI Ke-63” yang terdapat pada contoh no.3 juga dianggap kurang cermat karena ditafsirkan bahwa di negara kita sekurang-kurangnya ada 63 negara RI, dan yang sedang berulang tahun pada saat itu adalah RI Ke-63 bukan RI Ke-10 atau RI Ke-20. Padahal kita Cuma punya satu negara Republik Indonesia. Dalam penyusunan kata yang cermat sebaiknya tulisan bilangan tingkat ke-63 diletakkan setelah HUT (seperti pembahasan di atas). Jadi penulisan yang benar adalah ”HUT Ke-63 RI”.
Penulisan angka romawi pada contoh no.4 kurang tepat. Berdasarkan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) penulisan angka romawi tidak menggunakan prfiks/awalan ke. Oleh karena itu, penulisan ke pada contoh no.4 harus dihilangkan menjadi HUT XXVI Badikalat Dephan.
Berdasarkan uraian di atas, contoh ungkapan no.1, 2, 3, dan 4 diubah menjadi ungkapan yang tepat sebagai berikut :
1. Dirgahayu RI atau HUT Ke-63 RI
2. Dirgahayu Badiklat Dephan atau HUT Ke-26 Badiklat Dephan
3. HUT Ke-63 RI
4. HUT Ke-26 Badiklat Dephan
Di samping ungkapan-ungkapan di atas, masih banyak ungkapan lain yang dapat digunakan antara lain :
1. Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia
2. Dirgahayu Kemerdekaan Kita.

Tidak ada komentar: